WEELCOME

Sabtu, 28 April 2012

Manusia dan penderitaan



Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegagalan dan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Mengenai penderitaan yang dapat memberikan hikmah, contohnya jika seseorang telah berusaha melakukan yang terbaik namun akhirnya bernasib sial dan menjadi miskin. Selama itu dia terus dicobai dengan segala beban hidup, namun dengan keteguhannya dapat berbalik menjadi sukses atas kerja kerasnya.
Masih banyak contoh lainnya yang menunjukkan bahwa penderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, tetapi dapat merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.
Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Penderitaan dan kenikmatan muncul karena alasan “saya suka itu” atau “sesuatu itu menyakitkan”. Kenikmatan dirasakan apabila yang dirasakan sudah didapat, dan penderitaan dirasakan apabila sesuatu yang menyakitkan menimpa dirinya. Aliran yang ingin secara mutlak menghindari penderitaan adalah hedonisme, yaitu suatu pandangan bahwa kenikmatan itu merupakan tujuan satu-satunya dari kegiatan manusia, dan kunci menuju hidup baik.
Kritik terhadap hedonisme ialah bahwa tidak semua tindakan manusia hedonistis, bahkan banyak orang yang tampaknya merasa bersalah atas kenikmatan-kenikmatan mereka. Dan hal ini menyebabkan mereka mengalami penderitaan. Pandangan Hedonis psikologis ialah bahwa semua manusia dimotivasi oleh pengejaran kenikmatan dan penghindaran penderitaan. Mengejar kenikmatan sebenarnya tidak jelas, sebab ada kalanya orang menderita dalam rangka latihan-latihan atau menyertai apa yang ingin dicapai atau dikejarnya. Puncak kehidupan etika bukan pada kenikmatan, melainkan pada kebahagiaan. Kenikmatan bukan tujuan akhir, melainkan hanya “pelengkap” tindakan.

Senin, 09 April 2012

PEMUJAAN TERHADAP TEKNOLOGI

Sekarang kita berada dijaman modern, jaman dimana teknologi sudah berkembang pesat menuju yang lebih baik. Seiring berjalannya waktu manusia terus saja melakukan inovasi inovasi baru untuk menciptakan teknologi yang lebih berkualitas untuk mempermudah pekerjaan manusia sehari hari. 

Namun yang ada kala manusia yang memiliki kebutuhan tak terbatas tidak pernah merasa puas.
Manusia akan terus berusaha memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Segala teknologi akan mereka pergunakan selema mereka mampu membeli dan mempergunakannya. Namun ini akan berdampak negative untuk manusia itu sendiri nantinya. Mungkin disisi lain akan memudahkan manusia, namun akan ada selalu sisi negative yang membuat manusia terjebak.

Dalam era ini komunikasi sangatlah penting, tanpa komunikasi dengan dunia luar maka kita biar dikatakan ketinggalan jaman, dan menjadi orang yang kebingungan menghadapi kemajuan teknologi. Contoh sederhananya adalah penggunaan telepon selular. Dengan banyaknya fitur dalam satu genggam sangat mempermudah manusia melakukan komunikasi, mengetahui berita terkini sampai pada hiburan seperti games, music, dan internet.

Maka dari itu sekarang banyak sekali orang yang lebih mengutamakan teknologi, berapa pun haraganya terkadang mereka ‘mati-matian’ berusaha untuk mendapatkannya. Bahkan kadang hidupnya hanya untuk teknologi tersebut. Secara tidak langsung ini merupakan bentuk pemujaan terhadap teknologi. “takut ketinggalan jaman”, merupakan alas an utama orang melakukan hal ini. Sangat disayangkan ditengah banyaknya segi positif akan selalu ada segi negatifnya. Untuk itu kita harus cermat dalam menanggapi hal ini.




Sabtu, 07 April 2012

CINTA DALAM AJARAN KATOLIK


Apa itu KATOLIK ? Apakah katolik hanya sekedar agama atau sarana manusia berkomunikasi dengan Tuhan ?
Cinta sesuatu yang umum yang semuakalangan mengetahuinya. Bila dihubungkan dengan Katolik, cinta yang dimaksud adalah cinta kasih. Sumber cinta kasih adalah teladan Yesus Kristus. Tanpa cinta kasih yang dilakoni Yesus Kristus maka tak ada keselamatan. Sebab karena cinta-Nya, Yesus Kristus rela sengsara dan wafat di kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia. Namun, saat ini realitas cinta sesungguhnya sudah “nge-blur”. Kini, kebanyakan dari kita memaknai cinta lebih kepada apa yang kita terima daripada apa yang kita beri.
Rata-rata kita (orang muda) mendekatkan cinta dengan napsu. Banyak dari kita berpendapat bahwa cinta dan napsu itu beda tipis. Sesuai dengan kata kata Paus Benedictus XVI, dimana paus mengklasifikasikan bahwa cinta terdiri atas EROS, AGAPE, dan LOGOS. Sementara sex merupakan anugerah dari Tuhan untuk manusia bisa mengungapkan apa itu cinta akan tetapi anugerah tersebut dapat menjadi jahat jika terjadi di saat yang tidak tepat.
Adanya pergeseran makna tentang cinta dalam kehidupan kaum muda saat ini, dimana sesuatu yang umum menjadi hal khusus, yang salah menjadi benar, atau sebaliknya. 
Paus  Benedictus  XVI mnyatakan hal yang sesuai dengann apa yang diajarkan katholik padanya, yaitu GOD IS LOVE, yang merefleksikan konsep tentang EROS (cinta seksual), AGAPE (kasih tanpa syarat), dan LOGOS (firman atau sabda) dan hubungannya masing – masing dengan ajaran Katolik.
Dalam Hukum Gereja Katolik, no. 1061 § 1 Perkawinan sah antara orang-orang yang dibaptis disebut hanya ratum, bila suami-istri telah melakukan persetubuhan antar mereka secara sah yang pada sendirinya dan terbuka untuk kelahiran anak, untuk itulah perkawinan menurut kodratnya terarahkan, dan dengannya suami-istri menjadi satu daging.
Dimana kita tau bahwa dalam ajaran katolik sangat dikenal dengan cinta kasih. Cinta dalam Katolik, secara murni adalah Keselamatan, dan Pengorbanan. Keselamatan karena adanya sakramen pembabtisan, dimana dalam pembaptisan manusia dibebaskan dari dosa asalnya, dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah, dan menjadi anggota gereja. Sedangkan pengorbanan seperti Yesus yang dengan rela mati di salib hanya untuk menebus dosa umatnya, dan adanya sakramen pengakuan dosa . Setiap individu yang telah menerima sakramen pembabtisan diperkenankan untuk menerima sakramen pengakuan dosa. Tapi bukan berarti dengan adanya sakramen pengakuan dosa bisa membuat kita semena-mena untuk tetap saja melakukan dosa yang telah kita akui.
Timbul sebuah pertanyaan akan sakramen pengakuan dosa, yaitu manusia adalah mahluk bebas, dan Hidup adalah pilihan. Apa yang akan terjadi jika agama yg tercatat dalam KTP adalah katolik, status belum menikah, tetapi sudah melakukan SEX.  Apa saya tetap katolik? Menurut saya dari berbagai sumber yang saya tanyakan adalah benar bahwa manusia adalah bebas, Tuhan tidak bisa memaksa tetapi Tuhan memberikan pilihan atas keselamatan secara cuma-cuma,  secara umum kita masih katolik, akan tetapi akan timbul suatu pertanyaan akan kredibilitas kekatolikkan kamu.
Banyak terdengar bahwa dengan adanya pengakuan dosa, terlihat bahwa katolik memfasilitasi perbuatan dosa, suatu hal yang sangat salah, karena seperti yg dijelaskan sebelumnya bahwa pengakuan dosa bukanlah media untuk mengulang dosa, justru sebaliknya, seperti dalam doa tobat, aku menyesal atas dosa-dosaku. …………..dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku da tidak akan berbuat dosa lagi. Jika kita mendalami arti kata-kata ini bahwa, kita memilih untuk berjanji.
“Apa yang terjadi jika, ketika saya ingin menikahi perempuan yang saya cintai – tetapi ternyata dia sudah tidak perawan??” Mungkin buat para perempuan pertanyaan ini sungguh sangat tidak adil, mengapa hanya tentang keperawanan perempuan saja yang dijadikan patokan, mengapa keperjakaan seorang laki-laki bisa menjadi tanda Tanya besar kami ?? …  Mengutip kalimat diakon menanggapi pertanyaan tersebut adalah “Cinta itu dianggap sejati, jika kita dihadapkan pada keadaan yang menyusahkan”
“Apakah katolik mengenal pacaran ?” pada dasarnya, pacaran itu adalah suatu hubungan dimana saling mengenal yang nantinya diharapkan untuk dapat dilanjutkan ke hubungan yang sah secara katolik yaitu Sakramen Pernikahan.
Bagaimana dengan pernikahan beda agama ?, konsekuensi yang diterima oleh pihak yang menikah beda agama adalah, secara katolik mereka tidak menerima sakramen pernikahan hanya menerima pemberkatan pernikahan, akan tetapi walaupun bukan sakramen – katolik harus tetap menjadi acuan dasar pendidikan agama untuk anak-anak mereka kelak. Jika nantinya pihak yang bukan katolik menjadi katolik / menerima sakramen pembabtisan maka mereka diharapkan untuk mengulang kembali proses pernikahannya dengan menerima sakramen pernikahan.
Iman katolik, yang membuat katolik menjadi berbeda dengan ajaran lainnya . Kitab Suci, Tradisi, dan Magisterium. Magisterium adalah orang – orang yang terpilih yang menginterpretasikan sabda Tuhan di dalam kitab suci.
Berikut hal – hal yang sangat tegas dan jelas tidak boleh di dalam katolik adalah CERAI, ABORSI, NIKAH SESAMA JENIS, ALAT PENCEGAHAN KEHAMILAN. Di dalam katolik tidak ada istilah perceraian. Nikah sesame jenis walaupun dalam ilmu psikologis ketertarikan terhadap sesama jenis tidak dianggap sebagai sesuatu yang abnormal, karena kasih tidak bisa dibatasi dengan jenis kelamin akan tetapi di dalam katolik hanya mengartikan bahwa Kesepakatan perkawinan adalah tindakan kehendak dengan- nya seorang laki-laki dan seorang perempuan saling menyerahkan diri dan saling menerima untuk membentuk perkawinan dengan perjanjian yang tak dapat ditarik kembali.
Kesimpulannya, Katolik ada karena Cinta, keselamatan ada karena cinta tak bersyarat dari Tuhan kepada manusia. Tanpa Cinta itu bukan katolik. Karena hukum utamanya adalah kasih.



Minggu, 25 Maret 2012

Kebudayaan dan kepribadian bangsa timur


BABI PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar – benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa. Namun sebagai mana mestinya kita sebagai bangsa Indonesia harus mengetahui secara garis besarnya kepribadian bangsa ini. Karena kita mempelajari kebudayaan bangsa timur, yang salah satunya adalah bangsa Indonesia. Untuk itu tidak ada salahnya kita juga mempelajari kebudayaan kita sendiri.
2.      RUMUSAN MASALAH
a.       Apa itu kebudayaan
b.      Pengenalan kebudayaan bangsa timur
c.       Masalah dan solusinya

BAB II PEMBAHASAN
Budaya merupakan suatu cara hidup bersama yang berkembang dan dimiliki oleh masyarakat kemudian  diwariskan dari generasi ke generasi.  Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk  agama dan politik, adat istiadat, bahasa, karya seni dan masih bnyak lagi.
            Sementara itu kebudayaan mempunyai arti yang lebih umum menyangkut seluk beluk budaya itu sendiri dan mencakup wilayah yang lebih luas. Dalam hal ini banyak kebudayaan didunia ini yang memiliki banyak cirri cirri khusus dan perbedaaan yang jelas, namun sebagai pelajar yang aktif kita harus berfikir positif akan perbedaan tersebut.
            Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadianyang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda.
Sistem ideologi yang ada biasanya meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan dan pengikat perilaku manusia atau masyarakat agar sesuai dengan kepribadian bangsa yang sopan, santun, ramah, dan tidak melakukan hal – hal yang dapat mencoreng kepribadian bangsa.
Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku. Pada saat unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.
Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dan lain – lain.
Saat pertama kali kita mendengar bangsa timur, maka yang pertama kali terlintas di pikiran kita adalah orang yang memiliki kulit sawo matang, atau berkulit putih, bermata sipit dan juga ciri-ciri fisik lain yang merupakan ciri khas dari bangsa timur atau orang-orang asia pada umumnya. 
Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di zaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat ramah, bersahabat, tidak individualis, dan saling tolong menolong satu sama lain. Bangsa timur pun umumnya memiliki sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Meskipun begitu, baru sedikit negara bangsa timur yang sudah maju perekonomiannya. Seperi Singapura, Korea dan Jepang. Selain itu, negara lain masih tertinggal.
            namun sekarang ini banyak kebudayaan asing yang masuk secara jelas kedalam kebudayaan “kita” bangsa timur, terutama hiburan. Seperti music, tarian dan film yang mungkin tidak terlalu ssuai dengan adat dan istiadat bangsa timur. Ini yang menjadi pro kontra dalam kehidupan globalisasi ini. Jika terlalu berlebihan maka akan berdampak buruk bagi kebudayaan ini selanjutnya, untuk itu kita sekali lagi dituntut untuk slalu pintar memilih dan menyaringnya.



BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Bangsa timur ini memiliki kepribadian yang lebih baik. Seperti keramahannya, tidak individualis, dan saling tolong menolong.  Ya seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sifat inilah yang membedakannya dari kepribadian bangsa barat yang agak individualis dan cuek. Tapi, kita tidak bisa selalu mengatakan kalau kepribadian bangsa timur itu lebih baik dari pada di barat. Karena situasi dan kondisi juga berperan sangat penting untuk menentukan berdasarkan budaya mana orang tersebut harus menyelesaikan masalah. Nah pada budaya timurlah kita memiliki kelebihannya. Kita boleh mengikuti perkembangan jaman tetapi harus selalu mengingan kebudayaan kita yang sesungguhnya.

Sabtu, 17 Maret 2012

Kebudayaan

                                BAB I PENDAHULUAN    

1.1 KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karuniaNyalah, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar, pada semester II, di tahun ajaran 2012, dengan tema pengertian kebudayaan. Dengan membuat tugas ini kami diharapkan mampu untuk mengetahui lebih jelas apa itu pribadi manusia secara lebih lanjut dan hakekatnya dalam kehidupan kita sehari hari.
Dalam penyelesaian makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya tugas ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, tugas ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.


1.2 LATAR BELAKANG

            Sebagai seorang pelajar yang berpendidikan, kebudayaan akan bangsa kita yang dimiliki harus kita lestarikan dan apabila terancam harus kita lindungi. Dewasa ini kita suka melihat banyaknya kebudayaan yang kita miliki namun ditinggalkan bangsa sendiri dan diklaim oleh bangsa lainnya. Oleh sebab itu disini kita akan mempelajari tentang apa kebudayaan itu dan fungsi nyatanya bagi kita.

1.3 RUMUSAN MASALAH

1. definisi kebudayaan
2. pengenalan kebudayaan
3. masalah kebudayaan dan solusinya



BAB II PEMBAHASAN

1.      Definisi kebudayaan

Budaya merupakan suatu cara hidup bersama yang berkembang dan dimiliki oleh masyarakat kemudian  diwariskan dari generasi ke generasi.  Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk  agama dan politik, adat istiadat, bahasa, karya seni dan masih bnyak lagi.
            Sementara itu kebudayaan mempunyai arti yang lebih umum menyangkut seluk beluk budaya itu sendiri dan mencakup wilayah yang lebih luas.

2.      Pengenalan kebudayaan
            Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Unsure unsure tersebut termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, karya seni dan masih banyak lagi. Bahasa, termasuk juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sebagai alat komunikasi sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara turun menurun. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh, bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang serasi untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


3.      Masalah Kebudayaan dan Solusinya

Kebudayaan Indonesia Saat ini sudah mulai luntur. Contoh Kebudayaan tersebut adalah Baatik, wayang, tari,dll. Padahal Indonesia Memiliki ratusan bahhkan ribuan budaya yang ada di Indonesia. Orang Indonesia pada zaman sekarang sudah jarang yang menggunakan budaya tersebut. Umumnya mereka tak suka karena hal tersebut kuno dan tidak mengikuti perkembangan sekarang. Remaja sekali pun sudah jarang yang suka budaya Indonesia dan keseniannya .
Banyak Sekali penyebab yang menjadikan orang Indonesia jarang menyukai kebudayaan Indonesia, yang antara lain:
1. Arus Globalisasi:
Masyarakat Indonesia yg sudah terpengaruh globalisasi cenderung meninggalkan kebudayaannya
2. Budaya Barat yang masuk ke Indonesia:
Padahal budaya barat di Indonesia sangat tidak cocok dengan adat istiatadat di Indonesia
3. Kurangnya kesadaran dari Masyarakat Indonesia .
Disini, masyarakat masih kurang sadar terhadap kebudayaan Indonesia sendiri yang sudah mulai luntur.
Sementara juga banyak solusi untuk untuk mencengah budaya tersebut agar tidak luntur akibat pengaruh globalisasi:
1. Pihak Pemerintah untuk memfilter atau menyaring budaya barat yang masuk ke Indonesia.
2. masyarakat berusaha mengembangkan dan melestarikan budaya tersebut senhingga tidak luntur karena arus moderninsasi.
3. Masyarakat Indonesia harus pandai memilih dahn menggunakan budaya Indonesia.
Oleh Karena itu, marilah mulai dari dini kita kembangkan budaya Indonesia supaya tidak luntur oleh modernisasi dan di klaim oleh Negara lain sehingga budaya kita akan pernah berkurang atau luntur. Generasi muda, ini tugas kita! Bagaimanapun caranya budaya Indonesia harus tetap lestari dan terjaga. Karena sebenarnya permasalahan budaya bukan masalah kecil, tapi bukan masalah besar juga apabila kita mau bertindak :)

                                                    

                                                    
BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Kebudayaan merupakan kekayaan suatu bangsa. Semakin banyak macam kebudayaan itu semakin kaya bangsa itu. Untuk itu pemahaman akan kebudayaa harus ditanamkan sejak dini, agar para generasi muda dapat melestarikan dan melindungi kebudayaan bangsa sendiri dari bahaya pihak luar.
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.

Jumat, 09 Maret 2012

Manusi dan Hakekat Manusia


                                BAB I PENDAHULUAN    

1.1 KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karuniaNyalah, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar, pada semester II, di tahun ajaran 2012, dengan tema manusia dan hakekat manusia. Dengan membuat tugas ini kami diharapkan mampu untuk mengetahui lebih jelas apa itu pribadi manusia secara lebih lanjut dan hakekatnya dalam kehidupan kita sehari hari.
Dalam penyelesaian makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya tugas ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, tugas ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.


1.2 LATAR BELAKANG

            Mungkin kita terlalu sibuk akan segala kegiatan dan kesibukan sehari hari, sehingga melupakan sebenarnya siapa kita itu sebagai manusia. Secara ilmiah, agama dan segala aspek hidupnya, sampai pada hakekat kita manusia, serta hak kewajiban. Oleh sebab itu saya membuat tugas ini untuk membahas masalah ini, mungkin kurang mendetail karena keterbatasan sarana dan informasi yang ada.


1.3 RUMUSAN MASALAH

1. definisi manusia
2. pengenalan manusia
3. hakekat dan seluk beluk manusia



BAB II PEMBAHASAN

1.      Definisi manusia

Secara alamiah

Manusia merupakan kelompok homo sapien dari kelas mamalia. Dengan cirri fisik memiliki rambut disekitar tubuhnya dan berkembang biak dengan cara melahirkan lewat proses perkawinan.
Secara agama
Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa, yang mempunyai akal dan budi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain di dunia ini. Yang akhirnya memenuhi bumi dan menguasainya.

2.      Pengenalan manusia   
Unsur manusia :
1.  Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya,
2.  Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak
3. Roh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran
4.  Nafsu : kesadaran tentang diri sendiri.

Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur
- ID, merupakan kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak,.
- EGO, berperanan dalam menghubungkan energi ID dalam saluran sosial yang dapat dimengerti orang lain.
- SUPER EGO, terbentuk dari lingkungan eksternal, merupakan kesatuan standar moral.


3.      Hakekat Manusia
Menurut pandangan saya dari semua sumber ada beberapa hakekat manusia yang begitu penting, diantaranya:
-  Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan utuh
-  Makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk  lainnya,
-  Makhluk yang memiliki akal pikiran dan budi (perasaan) seperti
  1. Perasaan Intelektual : yaitu daya pikir dan kepintaran mengolah masalah yang terjadi pada hidupnya.                         
  2. Perasaan Diri : yaitu perasaan akan adanya kesedihan, amarah, bahagia, dll
  3. Perasaan Estetis : perasaan menilai akan suatu keindahan yang biasanya timbul dari batin seseorang.                                
  4. Perasaan Sosial : perasaan akan pentingnya hubungan dengan makhluk lain terutama dengan manusia lainnya.
  5. Perasaan Etis : yaitu pola pikir yang sesuai dengan aturan yang berlaku                                      
  6. Perasaan religious : perasaan batin akan Tuhan sang penciptanya.
-  Makhluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi.
-  Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Pada hakekatnya semua manusia mendambakan untuk hidup dalam suasana
damai, tenteram, dan sejahtera, bahkan tak satupun makhluk hidup ini yang suka akan
penderitaan. Manusia diciptakan bersuku – suku dan berbangsa – bangsa untuk saling
kenal mengenal dan tolong menolong dalam kehidupan ini. Akibat hubungan yang
semakin meluas dari antar individu sampai antar Negara atau bangsa hingga
menimbulkan perselisihan paham yang ditimbulkan oleh perbedaan cara pandang dari
masing- masing bangsa tersebut. Hal yang lebih memprihatinkan adalah jika
perselisihan tersebut berlanjut dalam wujud peperangan.


BAB III PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.